Pages

Minggu, 29 Maret 2015

Langkah Awal Sebagai Pengusaha Bagi Pelajar


BAB 1
Pengenalan Akan Kebutuhan
Secara Umum
            Kebutuhan adalah hasrat yang timbul pada diri manusia, yang jika tidak terpenuhi dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Kelangsungan hidup manusia dapat berupa hal-hal yang sangat penting atau tidak penting, meskipun kebutuhan yang tidak penting itu tidak di wujudkan, tetap memiliki dampak bagi kelangsungan hidup manusia. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan adanya kebutuhan pada manusia di antaranya yaitu :
A.      Keadaan alam.
      Lingkungan alam yang berbeda pasti akan mengalami berbedaan kebutuhan contohnya Seseorang yang tinggal di daerah pegunungan membutuhkan pakaian yang tebal guna menghangatkan tubuhnya. Namun, bagi orang-orang yang tinggal di daerah yang memiliki suhu lebih panas dari daerah pegunungan seperti daerah pantai, pasti akan sangat berbeda dalam memilih pakaian yaitu lebih tipis dari orang-orang pegunungan.

B.      Tingkat pendidikan.
      Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin tinggi pula harga barang yang di butuhkan dan jumlah barang yang di butuhkan, juga akan semakin banyak. Contohnya Ani adalah siswa SD pertiwi kebutuhan Ani hanya sekedar tas, buku, pensil saja, namun bagi si Galih yang bersekolah di SMP akan membutuhkan kebutuhan yang lebih lengkap seperti handphone guna mencari tugas melalui internet, berbeda lagi dengan si Fadil yang bersekolah di SMA akan membawa leptop guna menunjang tugas-tugas sekolah dan Fatma yangsedang kuliah akan membawa sepeda motor guna menuju tempat kuliah dengan cepat.

C.      Pekerjaan.
      Jika di bandingkan, seorang nelayan dan seorang pengusaha jelas tampak perbedaan akan kebutuhan yang terlihat. Contohnya ketika Amir bekerja sebagai buruh tani Amir hanya dapat membeli perlengkapan pribadinya saja seperti baju dengan pendapatan Rp.25.000,00. Namun ketika Amir mendapatkan pekerjaan sebagai mandor, pasti akan membeli kebutuhan yang lebih banyak karena pendapatannya pasti berbeda ketika Amir bekerja sebagai buruh tani.

D.     Agama.
      Agama adalah salah faktor juga yang mempengaruhi akan kebutuhan yang berbeda. Betapa tidak? Setiap agama memiliki kepercayaan masing-masing dan memiliki suatu simbol atau kebutuhan yang menunjang guna beribadah. Contohnya Pak Wandi yang beragama islam membutuhkan peci atau songkok guna melakukan peribadahan kepada tuhannya sedangkan pak Woyo yang beragama non muslim akan membutuhkan semacam sesajen guna melakukan ibadah kepada agama yang di percayainya.

E.      Adat istiadat.
      Adat di suatu daerah pasti memiliki ciri khas tersendiri di bndingkan dengan adat yang lain, sehingga kebutuhan masing-masing daerah pasti akan berbeda. Contohnya di daerah jawa tengah saat melakukan prosesi pernikahan memiliki ciri khas yaitu menggunakan pakaian jawa seperti kebaya dan mempelai putra memakai keris. Sedangkan adat betawi memerlukan ondel-ondel sebagai simbol pernikahan.

F.       Status ekonomi dan sosial.
      Status ekonomi dan sosial dalam struktur masyarakat jelas terlihat berbeda akan kebutuhannya. Contohnya pak lurah di daerah A memiliki sepeda motor guna menunjang tugasnya sebagai lurah sedangkan masyarakat biasa di daerah tersebut yang bertugas sebagai satpam hanya memerlukan sarung atau jaket saat jaga malam.

G.     Usia.
      Usia adalah batasan seseorang untuk melihat bahwa seseorang masuk kategori dewasa atau kanak-kanak. Jika usia seseorang semakin dewasa maka kebutuhan orang tersebut akan semakin bertambah dan lebih komplek sedangkan orang yang lebih muda hanya memerlukan kebutuhan yang menunjang kebuutuhannya saja seperti keperluan pribadinya.
     
H.     Peradaban.
      Zaman sekarang dengan zaman 20 tahun yang akan datang jelas terlihat akan perbedaanya, begitu juga dengan zaman sekarang dengan zaman 20  tahun yang lalu pasti jelas dan terlihat sangat berbed. Contohnya pada zaman sekarang para pelajar sangat memerlukan buku dan peralatan elektronik yang canggih guna menempuh pendidikan yang lebih baik, sedangkan orang atau pelajar pada zaman 20 tahun yang lalu hanya membutuhkan buku kecil saja sudah bersyukur.

            Pada penjelasan di atas memang kebutuhan manusia sangatlah beragam, guna mewujudkan kebutuhan tersebut, pasti seseorang akan berusaha agar apa yang di inginkan dapat tercapai dengan baik meskipun melalui peminjaman, melakukan usaha , dan lain-lain.
BAB 2
Kebutuhan Khusus Para
Pelajar
            Para pelajar pada umumnya memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, namun pada intinya setiap pelajar memiliki kebutuhan yang sama yaitu :
1.      Tas
2.      Buku
3.      Alat tulis
4.      Pakaian seragam dan
5.      Sedikit refresing.
     
            Namun,tahukah kalian? Bahwa dari data di atas, merupakan kebutuhan wajib, sedangkan kebutuhan yang tidak wajib sebagai pelajar sangatlah banyak, baik itu pelajar perempuan, pelajar lak-laki mulai dari hal yang sangat kecil sampai hal yang sangat besar dan kebutuhan ini pun bisa di katakan sebagai penunjang sebagai alat untuk memenuhi media pembelajaran di sekolahnya atau mungkin sebagai alat untuk koleksi.  Kebutuhan-kebutuhan tersebut di antaranya yaitu :

1.      Seragam kelas.                                              
2.      Foto copi materi.
3.      Buku pembelajaran.
4.      Pulsa.
5.      Sepatu.
6.      Jaket.
7.      Kaos.
8.      Sepeda motor.
9.      Baju non formal.
10.  Handfhon.
11.  Leptop.
12.  Gedget.
13.  Minyak rambut.
14.  Jam tangan.
15.  Uang dadakan.
16.  Tabungan.
17.  Iuran kas kelas.
18.  Iuran liburan kelas.
19.  Iuran selain uang sekolah.
20.  SPP.
21.  Biaya bimbingan belajar.
22.  Sampo / alat mandi.
23.  Uang praktek.
24.  Warnet dan biaya mencetak tugas (Print)
25.  DLL
     
      Nah bersukurlah anda yang membaca buku ini, karena buku ini sangatlah simpel dan sangat jelas akan apa yang di butuhkan oleh para pelajar terutama anak SMA atau para Maha siswa, kalau para siswa SMP ingin membaca dan mengikuti langkah-langkah yang di lakukan dalam buku ini, juga di perbolehkan atau mungkin para masyarakat awam. Dalam buku ini anda akan di lantih langkah paling awal sampai paling final untuk memulai usaha agar semua kebutuhan para pelajar dapat terpenuhi dengan baik dan bisa belajar hidup mandiri tanpa mengandalkan orang tua. Selain sebuah penjelasan yang dapat di pahami dengan mudah, buku ini juga menyajikan beberapa trik guna menghemat pengeluaran uang dan menghemat anggaran produksi, sehingga pembaca dapat dengan mudah menyimpan hasil usahanya sendiri dengan mudah. Selain itu, dalam buku ini juga memberikan contoh-contoh usaha yang sangat mudah dalam menjalankan usahanya dan memiliki modal yang sangat kecil, selain itu juga contoh usaha yang ada pada buku ini tidak begitu mengganggu dalam proses belajar mengajar bahkan dapat memberikan keuntungan dalam proses belajar mengajar di kelas. Dan di dalam buku ini juga pembaca, dapat melihat daftar kehidupan atau jadwal yang sangat mudah untuk di lakukan tanpa mengemban rasa lelah dan merasa keberatan.

BAB 3
Langkah Awal Menentukan
Usaha Untuk Pelajar Bagi Pemula
            Perusahaan dalam menentukan jenis usahanya pasti akan menentukan jenis usaha apa yang cocok untuk di lakukan, mempertimbangkan modal, jumlah keuntungan dan lain-lain. Namun dalam menentukan usaha yang dapat di lakukan oleh pelajar agak sedikit berbeda dengan para pengusaha yang sudah internasional, karena dalam buku ini adalah jenis usaha yang bisa di katakan masih sederhana tapi bukan berarti kalau contoh usaha yang ada di dalam buku ini tidak bermutu malah sangat bermanfaat. Langsung saja tidak susah bertele-tele, bahwa langkah awal yang dapat di lakukan oleh pelajar dalam menjalankan sebuah usaha yaitu sebagai berikut :
1)      Menghilankan rasa malu.

            Rasa malu adalah suatu penghambat yang sangat besar untuk melakukan sebuah perubahan dan usaha. Mengapa demikian?  Karena rasa malu itu merupakan suatu hal yang membuat seseorang tidak bisa melakukan apa-apa, jika seseorang tidak mau menghilangkan rasa malu tersebut maka orang tersebut bisa di katakan sebagai bekicot di pinggir selokan yang mau menuju jalan yang lebih mudah tapi ketika terkena sesuatu bekicot tersebut berlindung di rumah cangkangnya, artinya seseorang yang ingin melakukan perjalanan kemudian bertemu seseorang dan merasa tidak PD, maka orang tersebut akan mengurungkan niatnya yang mulia itu. Jika rasa malu tersebut tidak bisa di hilangkan pada diri anda maka rasa malu tersebut akan semakin menebal untuk melakukan sebuah usaha dan usaha yang anda cita-citakan akan hilang sia-sia.

2)      Menentukan pasar.

            Sangat jelas terlihat bahwa pasar, merupakan langkah yang paling strategis menjual barang dagang dan jasa. Karena pasar merupakan tempat di mana bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi guna memenuhi kebutuhannya. Pasar yang di maksud dalam buku ini, bukan hanya pasar tradisional atau pasar internasional seperti pasar tanah abang atau pasar ASEN saja, melainkan sekolah juga dapat di gunakan untuk melakukan transaksi seperti di pasar. Bayangkan saja, ketika anda membawa barang untuk di jual dan ada yang membelinya itu bisa di katakan sebagai transaksi dan transaksi juga bisa dilakukan di sekolah bukan hanya di pasar.

3)      Menentukan barang/jasa yang akan di pasarkan.

            Setelah anda menentukan daerah pemasaran atau daerah tujuan anda untuk menjual barang, anda harus memikirkan apa yang bisa di jual atau di pasarkan di tempat itu. Misalnya anda memilih daerah pemasarannya di pasar sayur, anda harus menjual sayur bukan menjual emas, begitu juga jika anda memilih pasar elektronik anda juga harus menjual alat-alat elektronik. Sebenarnya jika anda memilih pasar sayur dan menjual sedikit barang-barang yang lain juga bisa tapi anda mungkin mendapatkan prosentase keuntungan yang kecil, tapi ini merupakan hal yang sanagat bagus, walaupun mendapatkan keuntungan yang kecil.

4)      Mencari modal

            Modal usaha memang sangat di perlukan, karena tanpa modal usaha akan sangat sulit untuk melakukan sebuah bisnis. Dalam mencari modal, kita perlu memerhatikan untung dan ruginya termasuk biaya memproduksi barang/jasa.Selain untuk memperhitungkan jumlah keuntungan, modal juga bisa di gunakan untuk mengukur berapa prosentase kelayakan barang dan jasa yang akan di baua. Banyak perusahaan besar mencari modal dengan cara meminjam, memang cara ini merupakan cara yang sah-sah saja namun, untuk contoh usaha yang ada di dalam buku ini bukan dengan cara meminjam atau mengajarkan untuk meminjam uang saja, melainkan untuk mencari modal dengan berekal uang sendiri. Untuk lebih jelasnya tentang modal dapat di lihat pada bab  4.

5)      Membuat program.

            Ketika usaha belum di bentuk hendaknya kita membuat program kerja terlebih dahulu, karena dengan program kerja yang terarah akan menghasilkan tujuan yang jelas dan tepat sesuai keinginan. Pada hal ini kita seharusnya membuat fisi misi dari usaha yang kita lakukan, agar dapat terwujud engan cepat dan sesuai target meskipun ini merupakan usaha awal dan tergolong usaha ringan. Untuk contoh membuat program dapat di baca pada bab 5.

6)      Melaksanakan program.

            Setelah merancang program dan visi misi, agar dapat terwujud kita harus melaksanakan program tersebut sesuai program yang ada. Tanpa adanya usaha untuk melaksanankan program maka usaha atau angan-angan kita tentulah sangat sulit untuk terwujudkan.
BAB 4
Mencari Modal Bagi Calon
Pengusaha Para Pelajar
            Seperti yang di jelaskan pada  bab sebelumnya yaitu pada bab 3 point 4 mengatakan bahwa untuk belajar mencari modal yaitu untuk membaca pada bab 4, ya betul sekali bahwa modal akan di terangkan di bab ini secara rinci dan sangat mudah di pahami bahkan sangat mudah di laksanakan. Mengapa sangat mudah di laksanakan? Karena pada bab ini sengaja menulis cara mencari modal dengan cara yang paling singkat dan mudah di pahami dan di cari terutama para pelajar yang baru mengawali sebuah usaha. Contoh cara mencari modal yang ada di sini, merupakan cara yang paling sederhana.Tidak susah bertele-tele, Beberapa cara mencari modal usaha utuk pelajar pemula yaitu sebagai berikut :

1.      Meminta kepada orang tua.

            Langkah ini merupakan langkah yang paling praktis dan paling sederhana yang dapat di lakukan oleh para pelajar, mengapa demikian? Karena seorang pelajar 90 persen biaya kehidupan pasti di tanggung oleh orang tua. Karena orang tua pasti menyadari betul bagi anak-anaknya yang masih sekolah seperti para pelajar. Namun ketika meminta uang untuk modal sebuah usaha tentunya kita harus membicarakan yang baik dan sesuai aturan, misalnya dengan bahasa yang baik dan benar, sopan, lihat kondisi keuangan orang tua, dan membahas dengan orang tua sedetail mungkin agar orang tua kita, maksud dengan apa yag di inginkan kita. Orang tua kita pasti akan bangga kepada kita dengan pola pikir kita yang sudah bagus dan jika orang tua kita setuju pasti orang tua kita akan memberikan modal walaupun sedikit, tapi perlu di ingat dan perlu di catat bahwa kita seharusnya berusaha dengan giat agar usaha yang kita inginkan dapat berhasil dengan mudah dan cepat.

2.      Meminjam kepada orang tua.

            Pada langkah ini ada sedikit persamaan dengan meminta modal kepada orang tua hanya saja kita perlu mengembalikan kepada orang tua sejumlah uang yang di pinjam kita kepada orang tua. Langkah ini menempati nomor urut kedua karena, jika kita menggunakan uang tersebut dan kita mendapatkan untung yang lumayan kita dapat dengan mudah mencicil utang kita kepada orang tua, malah jika orang tua yang baik kepada kita dan orang tua yang mensuport usaha yang kita lakuka dan mungkin juga orang tua yang menyadari betul bahwa memiliki seorang anak yang pekerja keras, pasti mereka akan menermia uang tersebut meskipun di cicil malah-malah mereka tidak mau menerimanya alias mereka menyuruh kita untuk mengembangkan usaha tersebut.

3.      Meminjam kepada saudara.

            Cara yang satu ini merupakan cara yang menempati nomor urut ke tiga setelah meminta kepada orang tua dan meminjam kepada orang tua. Mengapa demikian? Karena meminjam kepada saudara merupakan cara yang cukup simpel asalkan anda berani memintanya dengan baik. Cara yang dapat di lakukanpun sama dengan nomor urut 1 dan 2 yaitu kita meminjam dengan baik, sopan, jelas, dan dapat di pertanggungjawabkan. Cara mencicilnya pun tergolong mudah tidak terlalu ribet seperti di bank-bank swasta yang ada.

4.      Menabung.

            Pepatah mengatakan rajin menabung pangkal kaya. Jelas, semua orang pasti setuju dengan peribahasa tersebut, meskipun dia orang miskin, orang kaya bahakan presiden pun setuju dengan kata-kata tersebut. Menabung merupakan langkah yang paling mudah ke dua setelah meminta modal kepada orang tua. Mengapa demikian, karena dengan menabung kita bisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit walaupun kita perlu menghemat pengeluaran. Untuk tips menabung dengan mudah dan cepat anda bisa  membaca pada bab 6.

5.      Meminjam kepada teman, sahabat, dll

            Anda tentunya punya sahabat kan? Sahabat adalah salah satu orang yang selalu dekat dengan kita di saat sedih dan senang di manapun dan kapanpun. Dengan adanya sahabat, anda akan dengan mudah mengeluarkan unek-unek anda kepada sahabat anda. Curhat saja apa yang kalian inginkan sebagai basa-basi sebelum meminjam uang, kemudian kalian meminjamnya dengan santai dan dengan cara yang baik pula agar teman kalian paham dengan apa yang ada di dalam pikiram anda.

6.      Modal tenaga.

            Tenaga adalah suatu energi guna menunjang kegiatan kita selama kita beraktifitas. Tanpa adanya tenaga, kita sangat sulit untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Mengapa tenaga merupakan cara mencari modal yang paling akhir? Karena tenaga merupakan modal yang tidak perlu di cari melainkan tenaga tersebut sudah ada pada diri manusia sejak lahir. Dengan tenaga kita bisa mencari modal tanpa menggunakan uang. Masih bingung? Begini contohnya misalnya ada salah satu keluarga dari anda, tetangga anda, teman anda, dan semacam rumah produksi kecil-kecilan yang membuat aneka macam makanan, kerajinan dll anda memberanikan diri meminta izin untuk menjualnya intinya anda sebagai distributor dan anda dapat mencari keuntungan dari hasil penjualan tersebut. Dan sebelumnya anda membuat perjanjian yang isinya “Apabila ada barang yang tidak laku terjual akan di kembalikan kepada pemilik usaha produksi tersebut, dan jika ada keuntungan maka hasil keuntungannyadi bagi menjadi dua bagian sebanyak 75% untuk yang memproduksi dan 25% untuk anda sendiri. Keuntungan ini anda bisa memperolah dua sumber keuntungan yaitu melalui perjanjian dan melalui jumlah penjualan sesuai keinginan anda.





0 komentar:

Posting Komentar