Pengenalan Akan Kebutuhan
Secara Umum
Kebutuhan adalah hasrat yang timbul
pada diri manusia, yang jika tidak terpenuhi dapat mempengaruhi kelangsungan
hidupnya. Kelangsungan hidup manusia dapat berupa hal-hal yang sangat penting
atau tidak penting, meskipun kebutuhan yang tidak penting itu tidak di
wujudkan, tetap memiliki dampak bagi kelangsungan hidup manusia. Berikut ini
adalah beberapa faktor yang menyebabkan adanya kebutuhan pada manusia di
antaranya yaitu :
A.
Keadaan alam.
Lingkungan alam yang berbeda pasti akan
mengalami berbedaan kebutuhan contohnya Seseorang yang tinggal di daerah
pegunungan membutuhkan pakaian yang tebal guna menghangatkan tubuhnya. Namun,
bagi orang-orang yang tinggal di daerah yang memiliki suhu lebih panas dari
daerah pegunungan seperti daerah pantai, pasti akan sangat berbeda dalam
memilih pakaian yaitu lebih tipis dari orang-orang pegunungan.
B.
Tingkat pendidikan.
Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin
tinggi pula harga barang yang di butuhkan dan jumlah barang yang di butuhkan,
juga akan semakin banyak. Contohnya Ani adalah siswa SD pertiwi kebutuhan Ani
hanya sekedar tas, buku, pensil saja, namun bagi si Galih yang bersekolah di
SMP akan membutuhkan kebutuhan yang lebih lengkap seperti handphone guna
mencari tugas melalui internet, berbeda lagi dengan si Fadil yang bersekolah di
SMA akan membawa leptop guna menunjang tugas-tugas sekolah dan Fatma yangsedang
kuliah akan membawa sepeda motor guna menuju tempat kuliah dengan cepat.
C.
Pekerjaan.
Jika di bandingkan, seorang nelayan dan
seorang pengusaha jelas tampak perbedaan akan kebutuhan yang terlihat.
Contohnya ketika Amir bekerja sebagai buruh tani Amir hanya dapat membeli
perlengkapan pribadinya saja seperti baju dengan pendapatan Rp.25.000,00. Namun
ketika Amir mendapatkan pekerjaan sebagai mandor, pasti akan membeli kebutuhan
yang lebih banyak karena pendapatannya pasti berbeda ketika Amir bekerja
sebagai buruh tani.
D.
Agama.
Agama adalah salah faktor juga yang
mempengaruhi akan kebutuhan yang berbeda. Betapa tidak? Setiap agama memiliki
kepercayaan masing-masing dan memiliki suatu simbol atau kebutuhan yang
menunjang guna beribadah. Contohnya Pak Wandi yang beragama islam membutuhkan
peci atau songkok guna melakukan peribadahan kepada tuhannya sedangkan pak Woyo
yang beragama non muslim akan membutuhkan semacam sesajen guna melakukan ibadah
kepada agama yang di percayainya.
E.
Adat istiadat.
Adat di suatu daerah pasti memiliki ciri
khas tersendiri di bndingkan dengan adat yang lain, sehingga kebutuhan
masing-masing daerah pasti akan berbeda. Contohnya di daerah jawa tengah saat
melakukan prosesi pernikahan memiliki ciri khas yaitu menggunakan pakaian jawa
seperti kebaya dan mempelai putra memakai keris. Sedangkan adat betawi
memerlukan ondel-ondel sebagai simbol pernikahan.
F.
Status ekonomi dan sosial.
Status ekonomi dan sosial dalam struktur
masyarakat jelas terlihat berbeda akan kebutuhannya. Contohnya pak lurah di
daerah A memiliki sepeda motor guna menunjang tugasnya sebagai lurah sedangkan
masyarakat biasa di daerah tersebut yang bertugas sebagai satpam hanya memerlukan
sarung atau jaket saat jaga malam.
G.
Usia.
Usia adalah batasan seseorang untuk
melihat bahwa seseorang masuk kategori dewasa atau kanak-kanak. Jika usia
seseorang semakin dewasa maka kebutuhan orang tersebut akan semakin bertambah
dan lebih komplek sedangkan orang yang lebih muda hanya memerlukan kebutuhan
yang menunjang kebuutuhannya saja seperti keperluan pribadinya.
H.
Peradaban.
Zaman sekarang dengan zaman 20 tahun yang akan datang jelas
terlihat akan perbedaanya, begitu juga dengan zaman sekarang dengan zaman
20 tahun yang lalu pasti jelas dan
terlihat sangat berbed. Contohnya pada zaman sekarang para pelajar sangat
memerlukan buku dan peralatan elektronik yang canggih guna menempuh pendidikan
yang lebih baik, sedangkan orang atau pelajar pada zaman 20 tahun yang lalu
hanya membutuhkan buku kecil saja sudah bersyukur.
Pada penjelasan di atas memang
kebutuhan manusia sangatlah beragam, guna mewujudkan kebutuhan tersebut, pasti
seseorang akan berusaha agar apa yang di inginkan dapat tercapai dengan baik
meskipun melalui peminjaman, melakukan usaha , dan lain-lain.
BAB 2
Kebutuhan Khusus Para
Pelajar
Para pelajar pada umumnya memiliki
kebutuhan yang berbeda-beda, namun pada intinya setiap pelajar memiliki
kebutuhan yang sama yaitu :
1.
Tas
2.
Buku
3.
Alat tulis
4.
Pakaian seragam dan
5.
Sedikit refresing.
Namun,tahukah kalian? Bahwa dari data di atas, merupakan
kebutuhan wajib, sedangkan kebutuhan yang tidak wajib sebagai pelajar sangatlah
banyak, baik itu pelajar perempuan, pelajar lak-laki mulai dari hal yang sangat
kecil sampai hal yang sangat besar dan kebutuhan ini pun bisa di katakan
sebagai penunjang sebagai alat untuk memenuhi media pembelajaran di sekolahnya
atau mungkin sebagai alat untuk koleksi.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut di antaranya yaitu :
1.
Seragam kelas.
2.
Foto copi materi.
3.
Buku pembelajaran.
4.
Pulsa.
5.
Sepatu.
6.
Jaket.
7.
Kaos.
8.
Sepeda motor.
9.
Baju non formal.
10.
Handfhon.
11.
Leptop.
12.
Gedget.
13.
Minyak rambut.
14.
Jam tangan.
15.
Uang dadakan.
16.
Tabungan.
17.
Iuran kas kelas.
18.
Iuran liburan kelas.
19.
Iuran selain uang sekolah.
20.
SPP.
21.
Biaya bimbingan belajar.
22.
Sampo / alat mandi.
23.
Uang praktek.
24.
Warnet dan biaya mencetak tugas (Print)
25.
DLL
Nah bersukurlah anda yang membaca buku
ini, karena buku ini sangatlah simpel dan sangat jelas akan apa yang di
butuhkan oleh para pelajar terutama anak SMA atau para Maha siswa, kalau para
siswa SMP ingin membaca dan mengikuti langkah-langkah yang di lakukan dalam
buku ini, juga di perbolehkan atau mungkin para masyarakat awam. Dalam buku ini
anda akan di lantih langkah paling awal sampai paling final untuk memulai usaha
agar semua kebutuhan para pelajar dapat terpenuhi dengan baik dan bisa belajar
hidup mandiri tanpa mengandalkan orang tua. Selain sebuah penjelasan yang dapat
di pahami dengan mudah, buku ini juga menyajikan beberapa trik guna menghemat
pengeluaran uang dan menghemat anggaran produksi, sehingga pembaca dapat dengan
mudah menyimpan hasil usahanya sendiri dengan mudah. Selain itu, dalam buku ini
juga memberikan contoh-contoh usaha yang sangat mudah dalam menjalankan
usahanya dan memiliki modal yang sangat kecil, selain itu juga contoh usaha
yang ada pada buku ini tidak begitu mengganggu dalam proses belajar mengajar
bahkan dapat memberikan keuntungan dalam proses belajar mengajar di kelas. Dan
di dalam buku ini juga pembaca, dapat melihat daftar kehidupan atau jadwal yang
sangat mudah untuk di lakukan tanpa mengemban rasa lelah dan merasa keberatan.
BAB 3
Langkah Awal Menentukan
Usaha Untuk Pelajar Bagi Pemula
Perusahaan dalam menentukan jenis
usahanya pasti akan menentukan jenis usaha apa yang cocok untuk di lakukan,
mempertimbangkan modal, jumlah keuntungan dan lain-lain. Namun dalam menentukan
usaha yang dapat di lakukan oleh pelajar agak sedikit berbeda dengan para
pengusaha yang sudah internasional, karena dalam buku ini adalah jenis usaha
yang bisa di katakan masih sederhana tapi bukan berarti kalau contoh usaha yang
ada di dalam buku ini tidak bermutu malah sangat bermanfaat. Langsung saja
tidak susah bertele-tele, bahwa langkah awal yang dapat di lakukan oleh pelajar
dalam menjalankan sebuah usaha yaitu sebagai berikut :
1)
Menghilankan rasa malu.
Rasa malu
adalah suatu penghambat yang sangat besar untuk melakukan sebuah perubahan dan
usaha. Mengapa demikian? Karena rasa
malu itu merupakan suatu hal yang membuat seseorang tidak bisa melakukan
apa-apa, jika seseorang tidak mau menghilangkan rasa malu tersebut maka orang
tersebut bisa di katakan sebagai bekicot di pinggir selokan yang mau menuju
jalan yang lebih mudah tapi ketika terkena sesuatu bekicot tersebut berlindung
di rumah cangkangnya, artinya seseorang yang ingin melakukan perjalanan
kemudian bertemu seseorang dan merasa tidak PD, maka orang tersebut akan
mengurungkan niatnya yang mulia itu. Jika rasa malu tersebut tidak bisa di
hilangkan pada diri anda maka rasa malu tersebut akan semakin menebal untuk
melakukan sebuah usaha dan usaha yang anda cita-citakan akan hilang sia-sia.
2)
Menentukan pasar.
Sangat jelas
terlihat bahwa pasar, merupakan langkah yang paling strategis menjual barang
dagang dan jasa. Karena pasar merupakan tempat di mana bertemunya penjual dan
pembeli untuk melakukan transaksi guna memenuhi kebutuhannya. Pasar yang di
maksud dalam buku ini, bukan hanya pasar tradisional atau pasar internasional
seperti pasar tanah abang atau pasar ASEN saja, melainkan sekolah juga dapat di
gunakan untuk melakukan transaksi seperti di pasar. Bayangkan saja, ketika anda
membawa barang untuk di jual dan ada yang membelinya itu bisa di katakan
sebagai transaksi dan transaksi juga bisa dilakukan di sekolah bukan hanya di
pasar.
3)
Menentukan barang/jasa yang akan di pasarkan.
Setelah anda
menentukan daerah pemasaran atau daerah tujuan anda untuk menjual barang, anda
harus memikirkan apa yang bisa di jual atau di pasarkan di tempat itu. Misalnya
anda memilih daerah pemasarannya di pasar sayur, anda harus menjual sayur bukan
menjual emas, begitu juga jika anda memilih pasar elektronik anda juga harus
menjual alat-alat elektronik. Sebenarnya jika anda memilih pasar sayur dan
menjual sedikit barang-barang yang lain juga bisa tapi anda mungkin mendapatkan
prosentase keuntungan yang kecil, tapi ini merupakan hal yang sanagat bagus,
walaupun mendapatkan keuntungan yang kecil.
4)
Mencari modal
Modal usaha
memang sangat di perlukan, karena tanpa modal usaha akan sangat sulit untuk
melakukan sebuah bisnis. Dalam mencari modal, kita perlu memerhatikan untung
dan ruginya termasuk biaya memproduksi barang/jasa.Selain untuk memperhitungkan
jumlah keuntungan, modal juga bisa di gunakan untuk mengukur berapa prosentase
kelayakan barang dan jasa yang akan di baua. Banyak perusahaan besar mencari
modal dengan cara meminjam, memang cara ini merupakan cara yang sah-sah saja
namun, untuk contoh usaha yang ada di dalam buku ini bukan dengan cara meminjam
atau mengajarkan untuk meminjam uang saja, melainkan untuk mencari modal dengan
berekal uang sendiri. Untuk lebih jelasnya tentang modal dapat di lihat pada
bab 4.
5)
Membuat program.
Ketika usaha
belum di bentuk hendaknya kita membuat program kerja terlebih dahulu, karena
dengan program kerja yang terarah akan menghasilkan tujuan yang jelas dan tepat
sesuai keinginan. Pada hal ini kita seharusnya membuat fisi misi dari usaha
yang kita lakukan, agar dapat terwujud engan cepat dan sesuai target meskipun
ini merupakan usaha awal dan tergolong usaha ringan. Untuk contoh membuat
program dapat di baca pada bab 5.
6)
Melaksanakan program.
Setelah
merancang program dan visi misi, agar dapat terwujud kita harus melaksanakan
program tersebut sesuai program yang ada. Tanpa adanya usaha untuk
melaksanankan program maka usaha atau angan-angan kita tentulah sangat sulit
untuk terwujudkan.
BAB 4
Mencari Modal Bagi Calon
Pengusaha Para Pelajar
Seperti yang di jelaskan pada bab sebelumnya yaitu pada bab 3 point 4
mengatakan bahwa untuk belajar mencari modal yaitu untuk membaca pada bab 4, ya
betul sekali bahwa modal akan di terangkan di bab ini secara rinci dan sangat
mudah di pahami bahkan sangat mudah di laksanakan. Mengapa sangat mudah di
laksanakan? Karena pada bab ini sengaja menulis cara mencari modal dengan cara
yang paling singkat dan mudah di pahami dan di cari terutama para pelajar yang
baru mengawali sebuah usaha. Contoh cara mencari modal yang ada di sini,
merupakan cara yang paling sederhana.Tidak susah bertele-tele, Beberapa cara
mencari modal usaha utuk pelajar pemula yaitu sebagai berikut :
1.
Meminta kepada orang tua.
Langkah ini
merupakan langkah yang paling praktis dan paling sederhana yang dapat di
lakukan oleh para pelajar, mengapa demikian? Karena seorang pelajar 90 persen
biaya kehidupan pasti di tanggung oleh orang tua. Karena orang tua pasti
menyadari betul bagi anak-anaknya yang masih sekolah seperti para pelajar.
Namun ketika meminta uang untuk modal sebuah usaha tentunya kita harus
membicarakan yang baik dan sesuai aturan, misalnya dengan bahasa yang baik dan
benar, sopan, lihat kondisi keuangan orang tua, dan membahas dengan orang tua
sedetail mungkin agar orang tua kita, maksud dengan apa yag di inginkan kita.
Orang tua kita pasti akan bangga kepada kita dengan pola pikir kita yang sudah
bagus dan jika orang tua kita setuju pasti orang tua kita akan memberikan modal
walaupun sedikit, tapi perlu di ingat dan perlu di catat bahwa kita seharusnya
berusaha dengan giat agar usaha yang kita inginkan dapat berhasil dengan mudah
dan cepat.
2.
Meminjam kepada orang tua.
Pada langkah
ini ada sedikit persamaan dengan meminta modal kepada orang tua hanya saja kita
perlu mengembalikan kepada orang tua sejumlah uang yang di pinjam kita kepada
orang tua. Langkah ini menempati nomor urut kedua karena, jika kita menggunakan
uang tersebut dan kita mendapatkan untung yang lumayan kita dapat dengan mudah
mencicil utang kita kepada orang tua, malah jika orang tua yang baik kepada
kita dan orang tua yang mensuport usaha yang kita lakuka dan mungkin juga orang
tua yang menyadari betul bahwa memiliki seorang anak yang pekerja keras, pasti
mereka akan menermia uang tersebut meskipun di cicil malah-malah mereka tidak
mau menerimanya alias mereka menyuruh kita untuk mengembangkan usaha tersebut.
3.
Meminjam kepada saudara.
Cara yang
satu ini merupakan cara yang menempati nomor urut ke tiga setelah meminta
kepada orang tua dan meminjam kepada orang tua. Mengapa demikian? Karena
meminjam kepada saudara merupakan cara yang cukup simpel asalkan anda berani
memintanya dengan baik. Cara yang dapat di lakukanpun sama dengan nomor urut 1
dan 2 yaitu kita meminjam dengan baik, sopan, jelas, dan dapat di
pertanggungjawabkan. Cara mencicilnya pun tergolong mudah tidak terlalu ribet
seperti di bank-bank swasta yang ada.
4.
Menabung.
Pepatah
mengatakan rajin menabung pangkal kaya. Jelas, semua orang pasti setuju dengan
peribahasa tersebut, meskipun dia orang miskin, orang kaya bahakan presiden pun
setuju dengan kata-kata tersebut. Menabung merupakan langkah yang paling mudah
ke dua setelah meminta modal kepada orang tua. Mengapa demikian, karena dengan
menabung kita bisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit walaupun kita perlu
menghemat pengeluaran. Untuk tips menabung dengan mudah dan cepat anda bisa membaca pada bab 6.
5.
Meminjam kepada teman, sahabat, dll
Anda
tentunya punya sahabat kan? Sahabat adalah salah satu orang yang selalu dekat
dengan kita di saat sedih dan senang di manapun dan kapanpun. Dengan adanya
sahabat, anda akan dengan mudah mengeluarkan unek-unek anda kepada sahabat
anda. Curhat saja apa yang kalian inginkan sebagai basa-basi sebelum meminjam
uang, kemudian kalian meminjamnya dengan santai dan dengan cara yang baik pula
agar teman kalian paham dengan apa yang ada di dalam pikiram anda.
6.
Modal tenaga.
Tenaga
adalah suatu energi guna menunjang kegiatan kita selama kita beraktifitas.
Tanpa adanya tenaga, kita sangat sulit untuk melakukan aktifitas sehari-hari.
Mengapa tenaga merupakan cara mencari modal yang paling akhir? Karena tenaga
merupakan modal yang tidak perlu di cari melainkan tenaga tersebut sudah ada
pada diri manusia sejak lahir. Dengan tenaga kita bisa mencari modal tanpa
menggunakan uang. Masih bingung? Begini contohnya misalnya ada salah satu
keluarga dari anda, tetangga anda, teman anda, dan semacam rumah produksi
kecil-kecilan yang membuat aneka macam makanan, kerajinan dll anda memberanikan
diri meminta izin untuk menjualnya intinya anda sebagai distributor dan anda
dapat mencari keuntungan dari hasil penjualan tersebut. Dan sebelumnya anda
membuat perjanjian yang isinya “Apabila ada barang yang tidak laku terjual akan
di kembalikan kepada pemilik usaha produksi tersebut, dan jika ada keuntungan
maka hasil keuntungannyadi bagi menjadi dua bagian sebanyak 75% untuk yang
memproduksi dan 25% untuk anda sendiri. Keuntungan ini anda bisa memperolah dua
sumber keuntungan yaitu melalui perjanjian dan melalui jumlah penjualan sesuai
keinginan anda.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
