Masalah pasti selalu datang setiap saat tanpa henti. Masalah yang pertama mulai reda, masalah ke dua mulai datang. Hemmm, pasti rasanya membuat pikiran semakin hancur dan tidak tenang. Terlebih lagi, masalah ini terjadi pada sebuah keluarga muda alias keluarga yang baru menikah. Selain karena beberapa faktor seperti kurangnya nafkah secara lahir maupun batin, pasti masih banyak sekali faktor-faktor yang belum bisa terlihat. Bahkan masalah yang kecil pun akan menjadi masalah besar seperti perceraian dan nasib anakpun menjadi terbengkalai dan sang anak akan lebih merasakan terpuruknya keluarga anda. Maka dari itu, bagi anda yang menemukan artikel buatan saya pribadi dan tanpa jiplakan sedikitpun berarti anda akan merasa beruntung dan sangat beruntung malah. Kali ini anda (Sebagai seorang laki-laki), harus perlu planning yang bagus bagaimana kedepannya agar tidak menimbulkan permasalahan saat membina rumah tangga. Perhatikan baik-baik, karena jika anda mau mengikuti anjuran yang ada pada artikel ini kehidupan keluarga anda akan tercapai dengan mulus.
1)
Siapkan tabungan
Tabungan adalah sejumlah simpanan
uang yang harus di miliki terutama bagi kaum laki-laki sebagai kepala rumah
tangga. Sebelum anda menikah, seharusnya memiliki tabungan sendiri, dan perlu
di ingat tabungan yang anda miiki harus murni tabungan anda sendiri. Pasalnya
jika anda menabung di rekening teman anda, ini akan membuat repot anda sendiri.
Bayangkan jika anda butuh uang secara mendadak, apakah anda harus meminta izin
kepada teman anda? Supaya lebih efisien lebih baik anda harus memiliki rekening
sendiri. Tabungan yang artikel ini maksud yaitu bukan tabungan asal-asalan, kan
nggak indah terdengar misalnya anda hanya memiliki tabungan Rp.100.000,00 tetapi
berani sekali menikah dengan pasangan anda. Paling tidak anda harus memiliki
tabungan yang cukup untuk kebutuhan mendadak anda. Setelah anda menikah pun
anda harus tetap menyisihkan uang anda sebagai tabungan, entah untuk kebutuhan
mendadak atau kebutuhan di masa tuanya.
2)
Cari seorang istri yang mau
bekerja sama.
Memang seorang laki-laki adalah
kepala keluarga, dimana sang kepala keluarga harus memenuhi kebutuhan sang
istri dan anak-anaknya. Baik itu kebutuhan saat ini, kebutuhan masa depan,
kebutuhan jasmani dll. Jika anda memiliki pasangan yang mau di ajak bekerja
sama, misalnya ketika anda sakit, istri andalah yang menggantikan sebagai
kepala rumah tangga sementara. Setelah anda sembuh baru anda bekerja lagi untuk
memenuhi kebutuhan dan yang pastinya harus menyisihkan uangnya untuk di simpan.
Mengingat betapa pentingnya anjuran nomer 1 yang telah and abaca sebelumnya.
Malah di anjurkan jika istri anda adalah wanita setengah karir. Misalnya ketika
istri anda sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, istri anda bekerja sampingan
untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga keuangan anda dan keluarga anda akan
lebih terjamin dan saling membantu.
3)
Hadapi masalah dengan kepala
dingin.
Yang di maksud dalam hal ini yaitu
anda harus bisa menyelesaikan masalah dengan cara yang baik-baik. Bukan dengan
menggunakan keegoisannya saja. Misal ada sebuah masalah kemudian anda
marah-marah kepada istri dan menuntut supaya istri anda mengalah untuk
menyelesaikan masalahnya. Hal inilah yang membuat keluarga yang tidak harmonis.
Di sisi lain, jika anda mendapat masalah kemudian menceritakan kepada istri
anda sebelum anda tidur, kemudian dengan nada yang baik, pasti istri anda akan
saling mengerti akan masalah yang ada dan mencari jalan keluar dari masalah
yang ada.
4)
Setia
Sebuah artikel menyebutkan bahwa,
sebuah keluarga berada di tangan seorang laki-laki. Pasalnya ada sebuah artikel
yang mengatas namakan sebuah penelitian yang isinya adalah kunci kesetiaan dan
kunci perceraian berada pada tangan laki-laki. Maksudnya adalah jika seorang laki-laki
melakukan perselingkuhan itu sangat mudah terjadi dan apabila yang melakukan
perselingkuhan adalah seorang perempuan itu bisa saja hanya potensinya adalah
kecil. Artinya jika seorang laki-laki melakukan perseligkuhan maka seorang
wanita pasti tidak mau di pologami dan akhirnya perceraian pun akan terjadi.
Nah itulah yang perlu anda ketahui
bagaiman cara membina keluarga yang harmonis. Sebaiknya anda memperhatikan
kondisi anda sebelum menikah supaya anda memiliki kehidupan lebih baik. So
thankyou for you
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar