Efek Samping Onani Untuk Pria
Onani adalah kegiatan melayani
diri untuk meraih rasa kepuasan seksual. Biasanya onani bisa di lakukan oleh
pria atau mungkin bisa juga oleh wanita. Karena ini membahas tentang
kelaki-lakian maka akan di bahas terlebih dahulu untuk laki-laki. Biasanya,
onani di lakukan oleh anak-anak usia remaja di kalangan remaja pria,
seseorang(lelaki) yang belum menikah, atau mungkin seorang duda yang berusaha
untuk memenuhi kebutuhan seksualitasnya. Memang, ada seorang ahli yang mengatakan
bahwa naluri manusia yang paling dominan, tanpa di ajari sedikitpun dan sejak
lahir adalah naluri seks. Sehingga, kita sulit menyimpulkan atau memahami bahwa
onani ini merupakan perbuatan yang menyimpang atau bukan. Selain itu, onani
biasanya di lakukan oleh seorang pria dengan cara mengoleh-oleskan sabun, atau
dengan cara di elus-elus bagian kemaluannya sampai keluar air maninya. Dan hal
inipun bisa di katakan wajar, dari pada harus melampiaskan naluri seksnya
kepada lawan jenis yang bukan muhrimnya. Bahkan sebuah website menyebutkan
bahwa onani itu merupakan hal yang wajar dan hampir 99% lelaki pernah melakukan
hal ini. Namun dari beberapa sumber yang pernah di terbitkan di dunia internet
menyebutkan bahwa onani memiliki beberapa dampak negatifnya seperti berikut ini
:
v
Rasa bersalah
Masturbasi membawa dampak negatif
secara psikologis. Lantaran terbentur dengan nilai-nilai agama, moral, dan
budaya, menjadikan banyak orang yang merasa malu dan bersalah setelah selesai
melakukan kegiatan tersebut.Tarik menarik antara kesenangan serta menahan diri
berdampak pada nilai harga diri, tingkat kepercayaan diri, serta cinta.
Perasaan bersalah ini juga memicu efek psikosomatis sakit punggung, sakit
kronis, dan seperti sakit kepala. Rasa bersalah ini akan menimbulkan dampak
yang semakin bertambah. Misalnya ketika merasa bersalah maka dirinya akan
terfikir akan rasa tersebut sehingga menimbulkan rasa percaya dirinya berkurang
dan kepala terasa sakit akibat memikirkan rasa bersalah tersebut
v
Ejakulasi Dini
Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan
terjadinya ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga dapat memakan waktu yang
cukup lama. Bagi pria yang melakukan masturbasi beberapa kali sebelum melakukan
intim, akan cenderung sulit mencapai klimaks.Masalah lain yang muncul adalah
berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi
lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering
dalam melakukan onani adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan
organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas.
v Kebocoran katup air mani
Bukan hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh
kerusakan saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada
waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya
keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu
seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.
v
Masturbasi kronis
Masturbasi kronis dapat mempengaruhi otak
berikut kimia tubuh yang diakibatkan oleh kelebihan produksi neurotransmitter
dan hormon seks. Kendati dampak yang timbul pada setiap orang berlainan,
terlalu sering melakukan masturbasi tetap dapat memicu munculnya gangguan
kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri
panggul.Masturbasi berhubungan dengan berkurangnya produksi DHT dan
testosteron. Berkurangnya produksi testosteron tersebut berkait dengan gaya
hidup dan kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kegiatan
berolahraga.Apabila gaya hidup cenderung normal, akan tetapi mempunyai kebiasaan masturbasi sebaiknya
kurangi aktivitas seksual tersebut untuk mengurangi keluhan. Apabila keluhan
tak kunjung reda, segera lakukan pemeriksaan medis.
v
Masturbasi kompulsif
Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap
kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan. Sebagian pria yang melakukan
masturbasi 6 kali dalam sehari bisa saja justru merasa produktif, namun lain
halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya. Apabila tidak mampu
menyeimbangkan antara hasrat dan kebutuhan pribadi, masturbasi kompulsif dapat
membawa dampak negatif pada pekerjaan, harga diri, hubungan dengan pasangan,
keuangan, hingga hubungan sosial.
.
v Nyeri punggung dan selangkangan
Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa terjadi.
Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa terjadi.
v Rasa letih sepanjang hari
Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.Sementara menurut pakar seks Dr Andri Wanananda MS, masturbasi relatif normal bila dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari.Diakuinya memang ada dampak masturbasi yang keseringan yakni terjadi ejakulasi dini saat sanggama dengan pasangannya.
Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.Sementara menurut pakar seks Dr Andri Wanananda MS, masturbasi relatif normal bila dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari.Diakuinya memang ada dampak masturbasi yang keseringan yakni terjadi ejakulasi dini saat sanggama dengan pasangannya.

0 komentar:
Posting Komentar