Pages

Kamis, 26 Maret 2015

Efek Onani Bagi Pria

Efek Samping Onani Untuk Pria


         
   Onani adalah kegiatan melayani diri untuk meraih rasa kepuasan seksual. Biasanya onani bisa di lakukan oleh pria atau mungkin bisa juga oleh wanita. Karena ini membahas tentang kelaki-lakian maka akan di bahas terlebih dahulu untuk laki-laki. Biasanya, onani di lakukan oleh anak-anak usia remaja di kalangan remaja pria, seseorang(lelaki) yang belum menikah, atau mungkin seorang duda yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan seksualitasnya. Memang, ada seorang ahli yang mengatakan bahwa naluri manusia yang paling dominan, tanpa di ajari sedikitpun dan sejak lahir adalah naluri seks. Sehingga, kita sulit menyimpulkan atau memahami bahwa onani ini merupakan perbuatan yang menyimpang atau bukan. Selain itu, onani biasanya di lakukan oleh seorang pria dengan cara mengoleh-oleskan sabun, atau dengan cara di elus-elus bagian kemaluannya sampai keluar air maninya. Dan hal inipun bisa di katakan wajar, dari pada harus melampiaskan naluri seksnya kepada lawan jenis yang bukan muhrimnya. Bahkan sebuah website menyebutkan bahwa onani itu merupakan hal yang wajar dan hampir 99% lelaki pernah melakukan hal ini. Namun dari beberapa sumber yang pernah di terbitkan di dunia internet menyebutkan bahwa onani memiliki beberapa dampak negatifnya seperti berikut ini :
v  Rasa bersalah
         Masturbasi membawa dampak negatif secara psikologis. Lantaran terbentur dengan nilai-nilai agama, moral, dan budaya, menjadikan banyak orang yang merasa malu dan bersalah setelah selesai melakukan kegiatan tersebut.Tarik menarik antara kesenangan serta menahan diri berdampak pada nilai harga diri, tingkat kepercayaan diri, serta cinta. Perasaan bersalah ini juga memicu efek psikosomatis sakit punggung, sakit kronis, dan seperti sakit kepala. Rasa bersalah ini akan menimbulkan dampak yang semakin bertambah. Misalnya ketika merasa bersalah maka dirinya akan terfikir akan rasa tersebut sehingga menimbulkan rasa percaya dirinya berkurang dan kepala terasa sakit akibat memikirkan rasa bersalah tersebut

v  Ejakulasi Dini
       Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga dapat memakan waktu yang cukup lama. Bagi pria yang melakukan masturbasi beberapa kali sebelum melakukan intim, akan cenderung sulit mencapai klimaks.Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering dalam melakukan onani adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas.

v  Kebocoran katup air mani
      Bukan hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh kerusakan saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

v  Masturbasi kronis
      Masturbasi kronis dapat mempengaruhi otak berikut kimia tubuh yang diakibatkan oleh kelebihan produksi neurotransmitter dan hormon seks. Kendati dampak yang timbul pada setiap orang berlainan, terlalu sering melakukan masturbasi tetap dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri panggul.Masturbasi berhubungan dengan berkurangnya produksi DHT dan testosteron. Berkurangnya produksi testosteron tersebut berkait dengan gaya hidup dan kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kegiatan berolahraga.Apabila gaya hidup cenderung normal, akan tetapi mempunyai kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual tersebut untuk mengurangi keluhan. Apabila keluhan tak kunjung reda, segera lakukan pemeriksaan medis.

v  Masturbasi kompulsif
        Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan. Sebagian pria yang melakukan masturbasi 6 kali dalam sehari bisa saja justru merasa produktif, namun lain halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya. Apabila tidak mampu menyeimbangkan antara hasrat dan kebutuhan pribadi, masturbasi kompulsif dapat membawa dampak negatif pada pekerjaan, harga diri, hubungan dengan pasangan, keuangan, hingga hubungan sosial.
.
v  Nyeri punggung dan selangkangan
      Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa terjadi.


v  Rasa letih sepanjang hari
      Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.Sementara menurut pakar seks Dr Andri Wanananda MS, masturbasi relatif normal bila dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari.Diakuinya memang ada dampak masturbasi yang keseringan yakni terjadi ejakulasi dini saat sanggama dengan pasangannya.

0 komentar:

Posting Komentar